Skip to main content

Hobi, bukan bakat atau ahli.

Ini mungkin cuma sekedar hobi. Gak lebih. Untuk menjadi seorang "penggambar" itu ya kalo hasil karyanya emang bisa di bilang bagus. Sedangkan saya kan cuma sekedar hobi. suka gambar, tapi gak bisa gambar.

Buat saya sekarang ini 'gambar' belum jadi kebiasaan. Cuma tergantung mood dan kalo lagi gak ada kerjaan. Sebulan kemarin, gak sengaja nemuin buku gambar A3 di lemari.


tulisannya gak keliatan ya? ini tuh nyeritain kebiasaan saya pas SMA. selalu telat, padahal udah disamperin temen ke rumah hehe :D

nah kalo ini nyeritain mitos "ciuman" waktu saya kecil. katanya kalo di cium bisa hamil. haha :|



saya?



ini mungkin ketika saya masih kurus? :O


Sometimes, saya juga suka gambar pake mouse. ya biarpun susah. ini pun harus ngumpulin mood, ya, saya orang yang sangat moodies.

Friends


raras & ibad


Dinar & Dwikky


and i made it for Alitt Susanto. An author of Shitlicious
(dia pernah pake buat avatar twitter & profile picture di facebook)
ini si benakribo. ya iseng aja bikin muka dia kayak badut hehe


Ya, ini saya sendiri. Ini sama kayak sketch yang saya buat di atas. ini versi paint nya.

Masih banyak sebenernya. nanti update lagi deh hehe.

Udah liat kan? itu gambar2 yang bisa dibilang sangat masih jelek. gak beraturan dan gak punya teknik. Ya namanya juga Anggi. masih malas-malasan buat belajar -___-

Mohon apresiasinya, by the way. :)

Comments

Zawa said…
gambarnya keren, lucu hehehe :)
Sonia Anggi Y said…
hehe makasih yaaaa zawa :)
salam kenal :D

Popular posts from this blog

Alay vs Bopung .. waw (*new)

Awkey, selamat datang kembali di miss.idiot's blog. Udah lama yah gue gak nulis. kangen juga .. Pada kangen kan sama gue ? (pasti jawabannya 'enggak!') yaudah, lanjut deh ..... 'Alay? Bopung? apaan sih tu?, ada yang tau gak?' Yap . Anak muda jaman sekarang sungguh sangatlah kreatif dalam menciptakan sebuah istilah gaul. Yang pasti bukan gue yang menciptakan istilah tersebut, karena gue bukanlah anak gaul. Hoho. Sepertinya semuanya sudah tau. Terlihat dari tampang saya yang lugu ini. (Hak Cuih Pret!) Jadi, Kemaren gue iseng2 buka bulletin board di friendster, ternyata rame banget ya coy(maaf, saya terkena Budi Anduk Syndrome. haha) ada yg cuma nulis 'onlen onlen, komen dong' , 'i love u so much' , 'brengsek! bajingan' , etc, entah itu di tujukan untuk siapa. Tapi mata gue hanya tertuju pada satu bullbo(bulletin board) entah itu buatan siapa, yang pasti isinya lumayan menarik buat di analisis. Yap. Karena gue belum pernah denger kata2 atau...

Review: Skripshit, Kisah Sesat Mahasiswa Abadi

Ini ketika gue membaca sebuah buku yang judulnya Skripshit, gue menemukan kehidupan. Begitu banyak banget cerita yang bikin gue mikir, muter otak bolak-balik sampe banyak banget burung mengitari kepala gue. oke, gue lebay. Tapi emang bener. 3 chapter terakhir bener-bener bikin gue berlinang air mata. Iya, chapter Life is a Journey, Sebuah Awal Episode kedua , sama Skripshit sebagai penutup adalah yang membuat gue galau maksimal dan geleng-geleng kepala betapa menjalani sebuah kehidupan itu adalah tantangan yang harus dihadapi, dengan cara berpikir, melakukan sesuatu, dan bagaimana cara kita menikmatinya. Di chapter lain, banyak cerita yang membuat gue senam muka akibat tertawa karena ceritanya bener-bener kocak. xD Ini dia penampakan bukunya. Skripshit ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang mahasiswa yang bernama Alitt Susanto (-entah kapan julukan “mahasiswa” ini bisa lepas dari dirinya dan mendapati gelar “sarjana”-) dari Universitas Sanata Dharma, Fakultas Ke...

Kalau Tak Cinta, Pasti Tak Akan Luka

“Kamu di mana?” Entah sudah berapa banyak text message dariku yang memenuhi layar handphone -nya tapi tak digubris juga. Pun entah berapa puluh banyak Missed Call dariku yang ikut menyemaraki. Randi sengaja menghindariku, atau memang ada sesuatu di luar kendali yang terjadi? Seingatku, tak ada masalah besar antara kita di hari-hari yang lalu.  Entah ada apa dengan dia hari ini, menghilang 24 jam tanpa ada kabar, tak seperti biasanya. Perasaanku tak enak. Sejenak pikiran itu membawaku melangkah mendekati tempat tinggalnya, di sebuah kost pria di daerah Jakarta Selatan. Kuketuk pintunya, padahal kutahu kalau isi kamarnya kosong, tapi tetap saja kuketuk pintunya. Berharap ada jawaban, tetapi tetap saja tak ada. Kemudian ada langkah mendekat yang kudengar dari belakangku. “Mbak, cari Mas Randi ya?” “Iya, Bu. Ada kepentingan.” “Mas Randi tadi pagi pergi. Katanya mau ke luar kota. Ke Solo kalau nggak salah. Ada urusan kerjaan katanya.” Ucap Ibu-ibu separuh baya yang sambil m...